Bridging Loops dan Spanning Tree Protocol

Sekilas info

Tahukah Anda bahwa switch dibuat berdasarkan konsep bridge? Cara kerja switch mirip dengan bridge, sehingga kadangkala switch disebut sebagai multiple bridge.


Bridging Loops dan Spanning Tree Protocol

A. Bridging Loops


Bridge menghubungkan dua segmen LAN, membentuk satu jaringan. Bridge, dengan namanya saja sudah mensiratkan arti sebuah jembatan, merupakan titik pertemuan antara dua segmen jaringan.

Jika bridge ini tidak berfungsi, maka sudah pasti traffic antara kedua segmen jaringan tersebut menjadi tidak mungkin. Setidaknya harus ada dua bridge untuk menghubungkan kedua jaringan yang diperlukan. Penambahan bridge ini dimaksudkan jika bridge pertama gagal, maka bridge kedua yang akan mengambil alih.

Kenapa hanya menggunakan satu bridge, meskipun kedua bridge menyala?
Jika keduanya berfungsi, maka akan terjadi redundansi link (jalur) antara dua segmen jaringan tersebut. akibatnya sudah dipastikan bahwa paket antar dua jaringan tersebut berputar-putar melewati kedua bridge tadi tanpa henti sampai akhirnya mati sendiri. Kondisi ini disebut sebagai bridging loops atau bisa juga disebut dengan broadcast storm.

Untuk mencegah terjadinya bridging loops digunakan Spanning Tree Protocol.


B. Spanning Tree Protocol
Spanning-Tree Protocol (STP) mencegah loop ketika switch atau bridge yang saling berhubungan melalui beberapa jalur. Dengan protokol ini, satu bridge untuk setiap jalur (rute) diberi tugas sebagai designated bridge. Hanya designated bridge yang bisa meneruskan paket. Sementara redundansi bridge bertindak sebagai backup. 





Dapat dilihat pada gambar diatas, warna orange menandakan switch0 sedang menjalankan Spanning tree protocol.

Read Users' Comments (0)

0 Response to "Bridging Loops dan Spanning Tree Protocol"

Post a Comment